Jumat, 28 Agustus 2009

NEW LEVEL (Menghargai Perasaan Tuhan)


Hari2 ini sangat penting bagi kita semua khususnya para pemimpin rohani untuk masuk pada level pengenalan akan Tuhan yang baru (the NEW LEVEL). Seringkali kita mendengar tentang beberapa doa dari sebagian orang yang ingin tahu kehendak Tuhan dalam kehidupannya, atau para pemimpin rohani yang ingin tahu jalan Tuhan (pikiran Tuhan) tetapi sedikit sekali orang yang mau tahu hal ketiga dari Tuhan yaitu perasaan Tuhan. Mengapa?
Saya baru menyadari hari2 ini Tuhan sedang bawa saya pada sebuah level yang baru yaitu mengenal Perasaan Tuhan, ternyata sangat lembut. Dan mengapa banyak orang yang jarang sekali ingin tahu hal tersebut dikarenakan: ketika kita mencoba menyelami perasaan Tuhan, kita akan merasa tertuduh (secara rohani) ketika kita melakukan kehendak Tuhan. Sebab kita merasa bahwa apa yang kita lakukan (sekalipun itu baik menurut pandangan kita) ternyata melukai hati Tuhan. Dalam hal ini yaitu pribadi Roh Kudus yang lembut.
Beberapa waktu lalu Tuhan mengajar saya akan hal tersebut, saat suatu malam saya bermimpi sedang berada pada sebuah situasi ujian sekolah. Ketika membaca soal yang dibagikan (dalam mimpi saya), saya merasa sangat mudah sekali dan hanya mengoreskan bolpoin yang ada ditangan saya, maka semuanya beres. Ternyata sampai akhir ujian, dan waktunya habis, saya tidak bisa mengerjakannya. Aneh! Dan dikelas tersebut saya hanya menangis, mengapa soal segampang itu saja saya tidak bisa kerjakan.
Ketika saya terbangun (Rabu/ 26 Agustus 2009/ pagi), mimpi tersebut seolah2 mengejar saya. Lalu ada dorongan kuat dalam hati saya yang mengatakan bahwa: kamu sudah mengajarkan tentang mengenal perasaan Tuhan (waktu kotbah di Centro 23 Agustus 2009) sekarang kamu akan mengalami. Mendengar dorongan seperti itu saya langsung menyadari bahwa setiap kita berpikir lebih mudah mengetahui pikiran Tuhan dan kehendak Tuhan yaitu melalui membaca firman dan melalui orang lain yang diutus Tuhan menyatakan kehendakNya pada diri kita. Tapi bagaimana dengan mengerti perasaan Tuhan? Tidak ada cara lain keculai kita bergaul intim dengan Tuhan. Dan itu membutuhkan kerendahan hati dan waktu untuk terus connect dengan Tuhan. Itulah level yang baru.
Sama seperti mengerjakan soal yang menurut kita mudah, demikian pula dengan memahami perasaan Tuhan dengan lembutnya. Bukan perkara mudah, sebab lebih mudah kita melukai perasaan Roh Kudus dibandingkan dengan kita melukai perasaan orang2 disekitar kita. Ingat kisah Musa? Tuhan hanya menyuruh Musa berkata pada batu agar keluar air, tetapi yang dilakukan Musa ialah: memukul batu tersebut dengan tongkat, mengatai bangsa Israel, dan berkata: “Kami” (antara Musa dan Tuhan). Musa menganggap bahwa apa yang telah dia lakukan merupakan pekerjaan-nya (pribadi) dan Tuhan. Maka dari itu Tuhan marah kepada Musa karena dia melanggar kekudusan Tuhan. Mungkin kita berpikir, kan cumin perkataan saja, masak se-sensitif itukah Tuhan? Kalau level kita masih belajar mengerti pikiran dan kehendak Tuhan, maka itu menjadi hal biasa, tetapi ketika kita masuk pada level yang baru yaitu mengerti perasaan Tuhan, maka itu menjadi berbeda jauh. Musa dikatakan sebagai manusia yang memiliki hati paling lembut dibandingkan dengan orang kebanyakan dimuka bumi, ini berbicara masalah hati. Apa yang keluar dari mulut kita, merupakan hal yang ada dalam hati kita.
Ketika pulang dari Centro, saya juga ter-koreksi dengan apa yang saya kerjakan. Saya tahu bahwa segala hal yang saya lakukan tersebut merupakan kehendak Tuhan dan maunya Tuhan, tapi apa yang terjadi ketika saya melapor kepada Tuhan? Tuhan tunjukkan bagian2 tertentu dari apa yang saya kotbahkan, padahal itu seharusnya tidak saya katakan. Anehnya, hati saya bisa hancur dan memohon pengampunan Tuhan, saya merasa bersalah, mengapa tugas yang diberikan sedemikian rupa kok saya gagal. Dari situlah saya belajar ternyata hal baik menurut kita belum tentu itu benar dimata Tuhan.
Saya rindu setiap anda yang membaca kisah saya ini, mulai melangkah pada level yang baru pengenalan akan Tuhan yaitu menghargai perasaan Tuhan. Ketika kita hanya ingin tahu pikiran dan kehendak Tuhan, maka kita cenderung egois sebab pikirian dan kehendak Tuhan, kebanyakan member ‘keuntungan’ tertentu bagi kita. Namun, bagaimana dengan perasaan Tuhan? Terkadang itu bukan berujung pada kepentingan kita tetapi kepentingan Tuhan. Untuk jadi mempelai Kristus diperlukan pengertian akan perasaan Tuhan. Siapkah anda untuk masuk pada level yang baru? *Hendri

Rabu, 19 Agustus 2009

UNTUNG TUHAN NGGAK PERNAH NYERAH


Pada tanggal 7 Desember 1998 di bagian utara Armenia, suatu gempa dengan kekuatan 6,9 skala richter menghancurkan sebuah gedung sekolah diantara bangunan-bangunan lainnya. Di tengah keramaian dan suasana panik, seorang bapak berlari menuju ke sekolah tersebut, dimana anaknya menuntut ilmu setiap harinya. Sambil berlari, ia terus teringat pada kata-kata yang sering ia ucapkan kepada anaknya itu, "Hai anakku, apapun yang terjadi, papa akan selalu bersamamu!"Sesampainya di tempat di mana sekolah itu dulunya berdiri, yang ia dapati hanyalah sebuah bukit tumpukan batu, kayu dan semen sisa dari gedung yang hancur total! Pertama-tama ia hanya berdiri saja di sana sambil menahan tangis. Namun kemudian...tiba-tiba ia pergi ke bagian sekolah yang ia yakini adalah tempat ruang kelas anaknya. Dengan hanya menggunakan tangannya sendiri ia mulai menggali dan mengangkat batu-batu yang bertumpuk di sana. Ada seseorang yangsempat menegurnya, "Pak, itu tak ada gunanya lagi. Mereka semua pasti sudah mati."
Bapak itu menjawab, "Kamu bisa berdiri saja di sana, atau kamu bisa membantu mengangkat batu-batu ini!" Maka orang itu dan beberapa orang lain ikut menolong, namun setelah beberapa jam mereka capek dan menyerah. Sebaliknya, si bapak tidak bisa berhenti memikirkan anaknya, maka ia menggali terus.
Dua jam telah berlalu, lalu lima jam, sepuluh jam, tigabelas jam,delapan belas jam. Lalu tiba-tiba ia mendengar suatu suara dari bawah papan yang rubuh. Dia mengangkat sebagian dari papan itu, dan berteriak, "Armando!", dan dari kegelapan di bawah itu terdengarlah suara kecil, "Papa!". Kemudian terdengarlah suara-suara yang lain sementara anak-anak yang selamat itu ikut berteriak!Semua orang yang ada di sekitar reruntuhan itu, kebanyakan para orang tua dari murid-murid itu, kaget dan bersyukur saat menyaksikan dan mendengar teriakan mereka. Mereka menemukan 14 anak yang masih hidup itu! Pada saat Armando sudah selamat, dia membantu untuk menggali dan mengangkat batu-batu sampai teman-temannya sudah diselamatkan semua. Semua orang mendengarnya ketika ia berkata kepada teman-temannya itu, "Lihat, aku sudah bilang kan, bahwa papaku pasti akan datang untuk menyelamatkan kita!"Mari kita renungkan bagaimana kita menjalani hidup kita. Di saat kita dalam kegelapan, tertimpa oleh macam-macam beban masalah, jatuh dalam kelemahan dan dosa. Apakah kita lantas berkeluh kesah, putus harapan, dan lantas mengibarkan bendera putih pada dunia tanda menyerah? Ataukah kita akan bersikap seperti Armando, yang terus menggenggam HARAPAN? bahwa Seseorang sedang mencari kita dan siap menyelamatkan kita? Seseorang yang tak akan pernah menyerah sampai kita sudah di dalam pelukan-Nya?

MENGASIHI DISAAT YANG TEPAT


Robertson MC Quilkin mengundurkan diri dari kedudukannya sebagai Rektor di Universitas Internasional Columbia dengan alasan ingin merawat istrinya, Muriel, yang sakit Alzheimer, yaitu gangguan fungsi otak.Muriel sudah seperti bayi, tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan untuk makan, mandi dan buang air pun ia harus dibantu. Robertson memutuskan untuk merawat istrinya dengan tangannya sendiri, karena Muriel adalah wanita yang sangat istimewa baginya.
Namun pernah suatu kali ketika Robertson membersihkan lantai bekas ompol Muriel dan di luar kesadaran Muriel malah menyerakkan air seninya sendiri, maka Robertson tiba-tiba kehilangan kendali emosinya. Ia menepis tangan Muriel dan memukul betisnya, guna menghentikannya.Setelah itu Robertson menyesal dan berkata dalam hatinya, "Apa gunanya saya memukulnya, walaupun tidak keras, tetapi itu cukup mengejutkannya. Selama 44 tahun kami menikah, saya belum pernah memukulnya karena marah, namun kini di saat ia sangat membutuhkan saya, saya memperlakukannya demikian. Ampuni saya, ya Tuhan,"Lalu tanpa peduli apakah Muriel mengerti atau tidak, Robertson meminta maaf atas hal yang telah dilakukannya.Pada tanggal 14 Februari 1995, Robertson dan Muriel, memasuki hari istimewa karena pada tanggal itu di tahun 1948, Robertson melamar Muriel. Dan pada hari istimewa itu Robertson memandikan Muriel, lalu menyiapkan makan malam dengan menu kesukaan Muriel dan pada malam harinya menjelang tidur ia mencium dan menggenggam tangan Muriel lalu berdoa, "Tuhan Yesus yang baik, Engkau mengasihi Muriel lebih dari aku mengasihinya, karena itu jagalah kekasih hatiku ini sepanjang malam dan biarlah ia
mendengar nyanyian malaikat-Mu. Amin!"Pagi harinya, ketika Robetson berolah-raga dengan menggunakan sepeda statisnya, Muriel terbangun dari tidurnya. Ia berusaha untuk mengambil posisi yang nyaman, kemudian melempar senyum manis kepada Robertson. Untuk pertama kalinya setelah selama berbulan-bulan Muriel yang tidak pernah berbicara memanggil Robertson dengan suara yang lembut dan bening, "Sayangku.... sayangku...", Robertson melompat dari sepedanya dan segera memeluk wanita yang sangat dikasihinya itu."Sayangku, kau benar-benar mencintaiku bukan?" tanya Muriel.Setelah melihat anggukan dan senyum di wajah Robetson, Muriel berbisik, "Aku bahagia!" Dan ternyata itulah kata-kata terakhir yang diucapkan Muriel kepada Robertson.Memelihara dan membahagiakan orang-orang yang sudah memberi arti dalam hidup kita adalah suatu ibadah di hadapan Tuhan. Mengurus suami atau istri yang sudah tak berdaya adalah suatu perbuatan yang mulia. Mengurus ayah, ibu atau mertua adalah tugas seorang anak ataupun menantu. Mengurus kakek atau nenek yang sudah renta dan pikun juga adalah tanggung jawab para cucu. Jangan abaikan mereka yang telah renta, apalagi ketika mereka sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Peliharalah mereka dengan kesabaran dan penuh kasih.

MERINDUKAN TUHAN


Dalam geografi Perjanjian Lama memang ada sungai yang tidak berair. Rusa-rusa Palestina kadang kala menemukan batang sungai yang kering pada musim kemarau. Jika hal ini terjadi, rusa-rusa biasanya menyusuri dan mendaki aliran sungai sampai menemukan mata air yang masih memiliki aliran air yang tipis untuk memuaskan dahaga mereka. Namun, tidak jarang ditemukan rusa yang tergeletak mati di tengah batang sungai karena benar-benar tidak menemukan air.
Demikianlah pemazmur bani Korah menggambarkan kerinduannya akan Tuhan. Kerinduan yang dimilikinya adalah kerinduan jiwa yang haus kepada Allah yang hidup. Kehausan yang tidak dapat digantikan dengan apa pun kecuali bertemu dengan Allah secara langsung. Tuhan senang mendapati hati yang merindukan-Nya dengan hasrat. Berdoa, bernyanyi, dan beribadah kepada Allah tidak hanya melibatkan unsur rasionalitas semata. Akan tetapi, perlu melibatkan perasaan dan jiwa yang bergairah memuji dan memuliakan Tuhan.Blaise Pascal mengatakan bahwa dalam hati manusia ada ruang kosong yang akan selalu terasa kosong sampai ruang itu terisi dengan kehadiran Tuhan. Selama ruang itu masih kosong, manusia akan selalu berusaha mengisinya dengan berbagai hal; seperti kekayaan, kenikmatan, dan ketenaran. Namun, hal-hal semacam ini tidak akan pernah dapat mengisi kekosongan tersebut. Jiwa manusia tanpa Tuhan adalah seperti rusa yang mati di tengah batang sungai yang tidak berair. Jiwa yang kosong akan terus mencari dan mencari, sampai akhirnya kekosongan itu dipuaskan oleh Tuhan. Sebab, Dialah asal dan tujuan dari jiwa manusia.Tuhan menyenangi jiwa yang haus akan Dia.

KETAATAN KECIL


Beberapa waktu yang lalu, kaum muda mengundang seorang hamba Tuhan bernama mas Kokok. Beliau sekarang melayani di madiun di sebuah gereja yang cukup besar, pada saat kita mengundangnya, dia sedang melayani disebuah gereja local di Surabaya. Ketika siang tersebut saya sedang berkeliling kota bersama seseorang dengan mengendarai mobil, HP saya berbunyi. Ketika saya melihatnya, ternyata itu telpon dari Mas Kokok yang memberitahukan sudah sampai di terminal Bungurasih. Karena dia nyampek jam 4 sore (ibadah Youth GiL masih jam 6 sore), maka saya memberi saran untuk mampir dulu saja ke rumahnya Mas Joko yang pada waktu itu ada di Surabaya. Diapun mengiyakannya.
Dengan enteng saya melanjutkan perjalanan untuk keliling2 bersama seseorang, namun ditengah perjalanan tiba2 seperti biasa (Tuhan suka nya mendadak) Tuhan bertanya: “Masak hambaKu kamu biarkan cari kendaraan sendiri, cari tempat sendiri? Bukankah kalau kamu menyambut hambaKu, kamu menyambut Aku?”. Mendengar tersebut, saya memutuskan untuk belok arah dan menuju terminal Bungurasih sambil nelpon Mas Kokok biar nggak terlanjur naik taxi. Dalam perjalanan tersebut saya merasa sangat bersalah karena tidak menghargai hamba Tuhan. Tapi anehnya banyak jemaat yang berkata buruk tentang hamba Tuhan yang terkadang belum jelas beritanya (makanya jangan menghakimi).
Dari peristiwa kecil tersebut, saya belajar bagaimana kita mesti taat kepada Tuhan terutama mendengar suaraNya. Karena saya tahu bahwa Tuhan hanya berbicara paling banyak 2x, setelahnya pasti kesempatan tersebut lewat. Hari2 ini sangat penting kita melakukan ketaatan kepada Tuhan, sebab tanpa ketaatan maka kita pasti akan terhilang oleh pengaruh dunia. Bagaimana dengan kita? (Hendri)

Selasa, 18 Agustus 2009

Kenali awan Hitam Anda : MENTORING vs CONTROLING


Sebagai seorang pemimpin, pasti kita memiliki tujuan yang harus kita capai, dan tujuan tersebut hanya bisa kita capai jika kita bersama dengan bawahan kita mencapai tujuan bersama. Tetapi pada kenyataannya, muncul beberapa pola kepemimpinnan dan sisi buruknya. Beberapa contoh keburukan kepemimpinan saat ini ialah adanya roh control/ mengendalikan orang lain. Hal ini sering menjangkiti para pemimpin termasuk pemimpin dalam gereja, sehingga dia menghalal kan segala cara untuk mengatur orang2 dibawah mereka.
Tuhan tidak pernah mengajar kita sebagai pengontrol hidup sesame atau orang lain, tetapi Tuhan memanggil kita untuk menjadi tanah yang subur sehingga bibit2 baru kepemimpinan dapat bertumbuh dan menyerap sari2 kepemimpinan yang terbaik dari diri kita. Dengan menjadi tanah yang subur maka kita mengembalikan fungsi kepemimpinan yang sesungguhnya yaitu mentoring. Berikut perbedaan antara mentoring dan kontroling:
Mentoring, memiliki ciri2 sebagai berikut:
1. menjadikan bawahan serupa dengan Kristus dan bukan dirinya sendiri.
2. bersedia menerima kritikan dari bawahannya
3. menyediakan diri sebagai sarana untuk bawahan bertumbuh dan mewarisi apa yang baik dari dirinya
4. tidak takut tersaingi
5. memberi kebebasan berekspresi sesuai dengan tuntunan Tuhan, tetapi tetap melakukan mentoring
6. mengenali kematangan seseorang untuk menggantikannya sebagai pemimpin, contoh: Musa dan Yosua, Elia dan Elisa.
Kontroling, memiliki ciri2 sebagai berikut:
1. apapaun yang menjadi keinginannya harus dipenuhi oleh bawahan
2. menjadikan bawahan serupa dengan dirinya baik cara berpakaian, berkotbah, emmimpin, dan hal detail lainnya
3. memiliki ketakutan untuk tersaingi sehingga sulit mewariskan kekayaan rohani kepada bawahan
4. mudah tersinggung jika terjadi perbedaan pendapat dengan bawahan
5. suka menghakimi dan membenci bawahan yang dinilai memberontak
6. monomer duakan bawahan disbanding kepentingannya sendiri, contoh: Saul kepada Daud.

Kenali awan Hitam Anda : NUBUATAN vs TENUNG


Dulu waktu saya bersama dengan rekan-rekan seiman mulai bertumbuh dalam Tuhan, kita semua suka sekali dengan Hamba Tuhan ‘sakti’ terutama yang sukanya pelayanan nubuatan atau semacam kenabian. Kita paling suka dengan hal tersebut! Apalagi kalau kita sedang menghadapi persoalan dan menanti jawaban dari Tuhan dengan segera, dan kebetulan ada hamba Tuhan ‘sakti’, maka kita cepat2 menemuinya untuk minta didoakan dan menantikan jawaban dari Tuhan. Jadi nggak heran ibadah2 yang menghadirkan nabi2 Tuhan, selalu dipenuhi dengan pengunjung2 yang haus nubuatan.
Nggak salah dengan nabinya, nggak salah dengan karunianya, tetapi orang2 seperti saya lah yang menganggap nabi seperti dukun rohani, sehingga kita tidak lagi bertanya langsung dengan Tuhan tapi lewat nabi2Nya. Bahkan yang lebih ektreem, ada orang2 berduit yang ‘memelihara’ nabi untuk mendoakan dan member petunjuk untuk kehidupannya (kayak Mama Lauren..donk…hehehe). OK, sekarang kita akan bahas sedikit tentang nubuatan (ciri2nya) dan kawan hitamnya yaitu roh tenung.
Nubuatan, memiliki ciri2 sebagai berikut:
1. pesan Tuhan tidak selalu detail dan terperinci, namun lebih bersifat step by step. Ini merupakan Tujuan Tuhan agar kita terus mencari Dia dan berjalan dengan Dia. Bayangkan jika pesan Tuhan kita terima dengan rinci, maka kita cenderung mengabaikan isi hati Tuhan dibandingkan dengan nubuatanNya saja.
2. pesan Nubuatan dari Tuhan selalu memberikan damai sejahtera dan bukan ketakutan. Seburuk apapun kejadian yang akan kita alami, dalam nubuatan selalu memberikan solusi dan damai sejahtera. Sebab Tuhan berkata bahwa Dia merupakan sumber damai sejahtera dan ketakutan merupakan bagian setan.
3. nubuatan tidak bersifat mengikat kita sehingga kita terpaku olehnya, maksudnya, nubuatan yang kita terima ada syarat dan ketentuannya. Ketika kita dinubuatkan menjadi pendeta yang diurapi, maka syaratnya haruslah kita belajar firman lebih lagi dan menyiapkan diri kita kearah sana. Jika kita tidak menyiapkan diri kesana, maka percayalah bahwa nubuatan itu tidak akan terjadi.
Sedangkan Tenung memiliki ciri2:
1. bersifat mengikat kita, ketika kita mengiyakannya, maka apapun yang kita lakukan selalu arahnya berdasar ramal/ tenung tersebut. Ini disebabkan karena ketika kita meng-iya-kannya, maka roh tenung tersebut mengerjar dan mengikat hidup kita.
2. roh tenung selalu mengikat kita untuk terus bertanya kepadanya (ketagihan). Beda dengan nubuatan asli, kalau nubuatan akan membawa kita lebih dekat dengan Tuhan. Sedang tenung membawa kita lebih dekat kepada setannya.
3. tenung/ ramal ini memberikan efek ketakutan dalam hidup kita, tujuannya adalah agar kita melakukan syarat yang dia mau. Misal kalau kita kedukun, dan dukun mengatakan bahwa kita akan celaka. Maka reaksi kita ialah mengalami ketakutan yang berasal dari setan dan kita akan menawarkan diri untuk memberikan syaratnya kepada dukun tersebut. Seperti, menyembelih ayam hitam, membuat sajen, dsb.
4. roh tenung bersifat sangat detail dan benar. Jangan anda pikir roh tenung ini bohong, itu benar! Dan mengapa banyak orang Kristen suka terikat dengan ini? Karena bersifat detail dan terperinci dan itu memang yang benar2 kita alami. Mengapa bisa? Karena roh tenung bertugas untuk mengawasi dan mencatat apapun yang kita alami baik masa kita kecil sampai sekarang. Tetapi sekalipun yang dikatakan roh ini benar, alkitab berkata bahwa jalan yang disangka lebar toh ujungnya maut. Dan biasanya roh tenung ini bersifat memalukan kita sebab dia menyatakan keburukan2 kita, sedang nubuatan sifatnya membangun dan tidak membuat kita malu. GBU

Senin, 17 Agustus 2009

Kenali Kawan Hitam Anda : VISI VS AMBISI


Pada edisi2 mendatang saya akan mengajak kita semua untuk belajar tentang membedakan spirit yang sering kali kita kurang peka akan hal tersebut. Jujur, saya bukanlah orang yang terlalu peka, namun saya belajar dari Tuhan tentang banyak hal termasuk kepekaan. Hari2 ini sangat dibutuhkan kepekaan yang luar biasa agar kita melakukan sesuatu tepat seperti yang Tuhan suruh lakukan. Pada bagian ini kita akan belajar bagaimana membedakan antara Visi dan Ambisi. Banyak pemimpin, hamba Tuhan, pendeta, dan sebagainya terjebak akan hal tersebut termasuk saya sendiri. Memang perbedaan antara visi dan ambisi sangat tipis sehingga kita mudah sekali mengatakan bahwa kita menerima visi dari Tuhan ternyata itu hanya ambisi. Atau kita memang menerima visi dari Tuhan tapi dalam perjalanannya kita malah melakukan ambisi kita sendiri.
Mari kita sama2 belajar perbedaan keduanya:


Visi, memiliki ciri2 diantaranya:
1. ketika kita menerima Visi dari Tuhan terkadang reaksi kita untuk pertama kali ialah penolakan (terutama secara kedagingan). Contoh di alkitab menyebutkan itu semua, diantaranya ketika Abraham disuruh Tuhan keluar dari lingkungannya dan menuju tempat yang dia tidak tahu pasti, Yusuf yang mengalami proses Tuhan luarbiasa yang akhirnya menjadikannya orang kedua di Mesir, Yunus yang disuruh Tuhan memberitakan firman di Niniwe, dan masih banyak lagi orang2 yang menerima visi Tuhan namun secara daging menolaknnya, itu disebabkan karena ketakutan dan ketidakmauan kita keluar dari rasa nyaman.
2. ketika kita menerima Visi dari Tuhan, maka yang bereaksi ialah orang disekitar kita (termasuk yang terdekat). Reaksi tersebut ada dua hal yaitu yang mendukung dan menolak, tidak heran kita menemukan banyak sekali perpecahan gereja karena adanya visi dari Tuhan. Belajarlah untuk menutup telinga dari hal buruk dan bukalah telinga untuk suara Tuhan dalam mengerjakan visi. Contoh dialkitab ialah kisah perseteruan antara Petrus dan Paulus tentang penjangkauan Yahudi dan non Yahudi.
3. ketika kita menerima Visi dari Tuhan, maka Tuhan akan memberikan provisi atau dukungan berupa materi, orang2 terbaik, dan sumber daya lainnya. Misalkan, Gideon yang mengumpulkan semua orang Israel untuk berperang melawan Midian. Dari sekian puluhan bahkan ratusan ribu orang, ternyata hanya 300an orang yang bersamanya. Itulah orang yang terbaik diberikan Tuhan, secara logika kadang visi itu mustahil dilakukan, namun ketika kita taat maka semuanya akan terjadi dengan ajaib.
4. ketika kita menerima Visi dari Tuhan, maka kita akan bertumbuh dalam segala hal, baik iman, pengharapan, kasih, dan ketaatan kepada Tuhan.

Sedangkan ciri2 dari Ambisi diantaranya:
1. reaksi pertama kita mendapatkannya akan sangat senang, dan kalau boleh jujur, reaksi pertama kita ialah kebanggaan dan bukan ketakutan ilahi.
2. kita selalu mencari dukungan2 orang2 yang kita anggap berduit, bersumber daya besar, dan sebagainya.
3. ketika kita hanya melakukan ambisi pribadi, maka seperti firman Tuhan katakan, kita akan jatuh dalam berbagai pencobaan. Yang membuat kita jatuh karena keinginan kita (ambisi) yang tak terkendali. Saya belajar satu hal dari Tuhan: hanya orang yang bisa berhenti yang bisa bergerak bersama Tuhan. GBU