Selasa, 11 Maret 2008

BERIKAN AKU TEMPAT


Dalam musim permulaan baru ini, kita tidak boleh menganggap kita tahu kemana Tabut Hadirat-Nya sedang bergerak. Kita harus menantikan dan memandang dengan penuh pengharapan untuk melihat bagaimana Ia akan membuat kita unggul-maju-advance pada peperangan kita berikutnya.
Pada hari Selasa pagi, Allah memulainya dengan membuat kami berdiri dengan tidak bersuara-diam- very quietly sehingga kami dapat mendengar detak jantung kami sendiri. Saya akan mendorong anda untuk mendengarkan dengan seksama bagaimana jantung anda berdetak. Ask for a realignment of your heart desires with His heart desires. Lalu berdoalah kepada Tuhan agar kamu dapat mendengar ketenangan alam sorgawi. In the midst of your chaos, ask Him to let you hear the stillness of His shadow. Berdoalah kepada-Nya agar Ia mengijinkan anda untuk mendengarkan suara-suara yang belum pernah anda dengar. Katakan pada-Nya anda sedang mendengar, dan biarkan Ia untuk mengsirkulasikan atmosfir sorga mengelilingimu. Mintalah kepada-Nya untuk membawa dan mengaktifkan atmosfir perubahanmu. Let the cares of the day slip away so you hear the will of Heaven. Jangan pergi melangkah dengan kekuatan anda sendiri. Nantikan denyut jantung Allah untuk mengalirkan darah keluar dari jantung anda ke seluruh tubuh. Some of you are contending over how others are moving forward. Beberapa lainnya bangkit dengan kegelisahan dan engkau bertanya-tanya bagaimana km dapat menyelesaikan semuanya sehingga km dapat maju ketempatmu yang terbaik, di hari-hari mendatang.
Lalu saya mendengar Tuhan berkata, “Hati-Ku tidak gelisah. Wait for My heart to align yours. Tinggallah di waktu yang sama dengan detak jantung-Ku. Duduklah di hadapan-Ku dan dengarkanlah sekarang dan engkau akan dipacu tenagamu untuk membawa segala sesuatu dalam keteraturan yang tadinya nampak membingungkan, yang membawa kesemrawutan dalam hidupmu. The beating of My heart positions My ark. Engkau tidak dapat berjalan maju saat ini tanpa hadirat-Ku, maka engkau harus menantikan posisi keberadaan hadirat-Ku. Berikan Aku ruang gerak. Jika engkau berjalan terlalu cepat, engkau akan tersandung. Biarlah tabut itu berjalan di depanmu. Di hadirat-Ku engkau akan melangkah pasti. Di hadirat-Ku engkau akan melihat jalanmu. Di hadirat-Ku engkau akan melihat siapa musuh-musuhmu. So look up, for the heavens are clear. Meskipun ada asap dan sampah di jalanmu, the heavens are clear before you. Di hadirat-Ku engkau menyadari segala hal di sekelilingmu. Engkau akan tahu kapan berbelok ke kanan dan kapan ke kiri. Jadwal waktu yang engkau buat mengijinkan musuh untuk masuk dan menemukan jalan untuk mengubah waktumu dan mendirikan tembok-tembok legalistik. Engkau tidak memilih yang terbaik. Yang terbaik adalah apa yang ada di hati-Ku untukmu. Ijinkan hati-Ku berdetak di dalam engkau sehingga yang terbaik itu dapat menjadi milikmu. Akulah Tuhan yang dapat dengan mudah bergerak baik di belakangmu atau di depanmu. Selaraskan dirimu dengan diri-Ku dan Aku akan membukakan jalan dan akan melindungi engkau dari kekeliruan2 sehingga hal itu tidak dapat terjadi lagi atasmu.
“Jangan melangkah ke aliran sungai yang ada di depanmu terlalu terburu-buru. Hal itu penuh tipuan, lebih dalam daripada yang engkau tahu. Izinkan hadirat-Ku berjalan di depanmu dan dan engkau akan melihat dasar sungai itu menjadi jalan bagi engkau. Engkau akan melihat tanah yang kering sebelum engkau menjejakkan kakimu ke dalam sungai yang tadinya berusaha menghanyutkan engkau. Let My presence prepare the way before you.
Aku akan mampu mengarahkanmu bergerak ke kanan dan kemudian ke kiri untuk menghindari tabrakan yang sudah berada di jalanmu. Apa yang tadinya akan menimpa kepalamu akan luput daripadamu dan engkau akan menemukan jalan yang akan membawa penggenapan di dalam kehidupanmu.
Kekhawatiranmu tentang dari mana suplai itu datang telah membuat engkau kehilangan waktu dan membuat engkau tidak siap menerima apa yang Aku miliki bagimu. Tinggallah terus di dalam hadirat-Ku supaya engkau dapat melihat jalur suplai yg berada di depanmu.
Banyak diantara kalian yang sedang mencari kelepasan, tetapi jalannya belum jadi dan tabut-Ku belum masuk ke jalanmu. Tunggulah sampai kamu melihat hadirat-Ku mulai mentransformasi dan membongkar serta membedah, kemudian barulah kelepasan itu datang dengan cepat. Jalanku adalah jalan kemerdekaan. Jalan yang satu itu bukanlah jalan yang Aku perintahkan agar engkau berusaha masuki dan jalani.
Kini hati-Ku akan berdenyut selaras dengan hatimu, karena engkau telah menyeberangi ke arah suatu permulaan yang baru. Biarkan tabut-Ku berjalan lebih dahulu! Biarkan tabut-Ku berjalan terlebih dahulu. Ini akan menjadi waktu untuk memulai dan waktu untuk berhenti. Karena permulaan baru dimana engkau ada, engkau harus memulai dan berhenti bersama-Ku. Engkau jangan mencoba muncul kalau Aku tidak memerintahkan engkau muncul. You must not go to a platform that I do not call you up upon, for the winds would be too brisk for you there. Angin itu pastinya akan sangat kuat bagimu sehingga engkau akan tertiup-terbawa-blow away, padahal yang seharusnya engkau dapat berdiri untuk melihat langkah yang selanjutnya.
Don’t celebrate too quickly before Me. Perhatikan dan nantikanlah, dan engkau akan melihat dirimu sendiri merayakan kemenangan itu. Engkau akan melihat kemenangan di depanmu dan akan terus dirayakan sampai pada kepenuhan pertempuran berikutnya yang Aku sediakan bagimu.” from : Prophet Chuck D. Pierce

Senin, 10 Maret 2008

MENYAMPAIKAN PESAN TUHAN

Saya bertanya kepada si doi waktu hari minggu, kita akan pergi kegereja mana. Setelah berpikir dan menimbang (kayak siding aja), akhirnya kita memutuskan pergi ke sebuah gereja. Saya tidak merasakan apa-apa waktu itu (merasakan Tuhan akan mengajar sesuatu). Ketika ibadah dimulai dan sampai kepada persembahan dijalankan, Tuhan mengajarkan sesuatu. Persembahan pertama (hari itu persembahan ada 2 kali) akan ditujukan kepada orang miskin. Ketika kantong persembahan dijalankan, tiba tiba Tuhan Roh Kudus berkata, lepaskan jam tangan kamu dan masukkan. Saya kaget dan berpikir ulang, tetapi dasarnya saya orang nekat maka saya memasukannya juga. Lucunya kantong persembahan tersebut memiliki lubang yang sangat kecil sehingga agak susah juga untuk masukinnya. Tetapi dari kesemuanya saya belajar taat. Seperti biasa, setelah melakukan sesuatu yang Tuhan suruh, hati saya damai sejahtera dan pasti setelahnya akan ada peneguhan firman Tuhan. Ternyata, ketika firman Tuhan disampaikan saya terkejut karena hamba Tuhan yang menyampaikan firman malam itu meneguhkan apa yang saya alami dan lakukan. Dia berbicara tentang Zakheus yang berani memberi setengah dari hartanya untuk orang miskin (dan ini cocok dengan apa yang saya lakukan yaitu memasukkan persembahan dikantong persembahan diakonia untuk orang miskin) bahkan saya lebih kaget ketika dia menyinggung tentang jam tangan. Hari itu saya sangat senang karena apa yang saya lakukan sesuai dengan yang Tuhan mau.
Ada satu peristiwa lagi yang Tuhan suruh saya lakukan, pada hari Jumat saya bermimpi bertemu dengan teman saya yang sekarang di Jakarta. dia memiliki latar belakang sebagai anak yang minder dan gampang kecewa. Saya pikir, sejak dia kuliah di Jakarta pasti hidupnya sudah berubah, dan Tuhan suruh sampaikan kepada dia kalau dia akan sukses dan berhasil hidupnya. Kalau saudara jadi saya, pasti saudara pikir Tuhan bener dan cocok karena kita punya pola pikir manusiawi yaitu kalau seseorang kaya maka dia sukses. Sayapun juga sama. Lalu saya bilang sama Tuhan, kalau saya tidak punya no HP nya, jadi saya minta tolong agar Tuhan kasih tau no HP anak tersebut lewat temen saya di Bali. (Aneh kan? Mestinya kalau si anak ada di Jakarta maka saya tanya temen yang di Jakarta juga tapi Tuhan pakai temen saya yang di Bali). Setelah mendapatkannya, saya langsung menelpon si anak yang di Jakarta tersebut. Waktu saya telpon ternyata dia sedang berada di bioskop. Pikiran saya mulai jalan, berarti memang dia sekarang sedang diberkati. Tetapi waktu saya sampaikan pesan Tuhan, dia malah tidak mempercayai dan berkata bahwa itu hanya kebetulan saja. Saya kaget dan lagsung tanya Tuhan, ini piye kok dia malah pesimis. Pikiran saya berkata bahwa dia tidak berubah sejak ada di madiun. Selesai mendengar jawaban yang nggak enak, saya langsung bertanya kepada temen saya yang di Bali tentang anak ini. Ternyata sekarang keadaan anak tersebut sungguh menyedihkan. Dia tidak tinggal di rumah saudaranya, kost atau rumah sendiri tetapi dilantai paling atas kantor tempat kakaknya menjadi pegawai, itupun dengan alas tikar seadanya. Saya shock, ditambah dengan uang jajan nya hanya 5000 rupiah tiap 3 hari. Padahal hidup di Jakarta butuh biaya yang tinggi. Langsung saya tanya lagi sama Tuhan, kok ternyata kayak begini? Katanya dia sukses tapi kok malah ‘ngenes’? lalu Tuhan berkata, SMS lagi ke Jakarta dan bilang kalau Yusuf aja lebih parah dari dia bisa diberkati luar biasa masak dia tidak bisa. Dan diakhir SMS saya tambahkan perkataan menantang : DIMANA IMANMU?. Saya berpikir dia tidak lagi membalas SMS saya, ternyata jawabannya luar biasa dia berjanji akan meresponi dan mulai bangkit lagi. Haleluya…
Saya belajar, bahwa Tuhan suka mengubah yang buruk menjadi baik, yang miskin menjadi kaya dan diberkati. Lalu saya kembali mengirimkan SMS kepadanya : Saya tunggu 5 tahun lagi!. Bagaimana dengan saudara?

THINK BIG START SMALL


Hahahaha…. Saya mulai tertawa ketika membaca judul diatas. Mengapa? Coba saudara bayangkan, untuk memperoleh impian besar dimulai dengan sesuatu yang kecil. Kalau kita hidup dijaman serba instan maka rasanya judul diatas nggak laku deh. Trus gimana donk? Dibahas kagak nih?
Dibahas atau nggak dibahas, tetep dibahas aja deh ye….
Saya menerungkan dalam kehidupan kita termasuk saya pribadi, untuk bermimpi besar terkadang susahnya minta ampun apalagi take action. Coba saudara pikirkan bahwa sekarang saudara memiliki rumah mewah di Cira land dengan 4 mobil mercy seri S di parkiran (saya tunggu 5 menit)
Sudahkah saudara melakukannya? Susah atau gampang? Beberapa berkata susah dan diantaranya gampang. Kalau boleh saya tebak, bagi saudara yang bisa berpikir dan membayangkannya, pasti saudara hidup berkecukupan. Sedang saudara yang tidak mampu membayangkannya biasanya saudara masih hidup dalam kekurangan. Mengapa hal tersebut terjadi? Karena saudara membayangkannya berdasar keadaan sekarang. Coba kalau kita balik, kita bayangkan kita menjadi sangat miskin dan tidak punya apa-apa (saya tunggu 5 menit)
Sudahkah kita melakukannya? Gampang atau susah? Bagi saudara yang berkecukupan, pasti akan mudah dan bagi saudara yang berkekurangan akan lebih mudah. Mengapa sama-sama mudah? Karena dalam pikiran saudara banyak hal negative yang kita simpan. Makanya waktu membayangkan kita menjadi sesuatu yang positif, kita sangat sukar sedangkan untuk hal yang negative sangat mudah bukan?
Intinya, untuk memiliki impian besar dan terwujud dengan sempurna, dibutuhkan tindakan dari hal yang kecil. Namun lebih dari itu, kita perlu melihat bahwa kita bermimpi bukan karena berdasarkan keadaan kita sekarang tetapi berdasarkan pengharapan kita akan masa depan. Orang kaya tulen ialah ketika ia bisa bermimpi besar dan setia melakukan segalanya dari tindakan kecil. Siapkah kita?

MEMPERKATAKAN FIRMAN


Seorang bapak dari Semarang yang sangat miskin, dalam waktu yang singkat diberkati Tuhan bahkan dia bisa membeli rumah dan memiliki 3 mobil sekaligus. Apa kuncinya? Karena dia memperkatakan firman Tuhan : Allahku kan memenuhi segala keperluanku menurut kekayaan dan kemuliaanNya. Setiap kali dia merenungkan firman satu pasal, dia selalu mengucapkannya 20 kali. Kalau ditotal, dia memperkatakan firman yang sama 100 kali. Dan mujizat terjadi, dia diberkati Tuhan dalam waktu singkat padahal dulunya membeli susu untuk anaknya saja susah. Waktu saya mendengar kisah tersebut Tuhan mengajarkan hal yang dalam, tetapi sebelumnya Dia berkata: Kamu jangan Cuma pengen kayanya aja tapi cara dia melakukan Firman. (ternyata Tuhan tau kejelekan hati saya) setelah menyindir demikian, Dia mulai mengajar per bagian:
Pertama, mengapa banyak orang Kristen pas-pasan?
Mengapa menurut anda? Karena mereka hanya mengamini sampai ayat ini : Allahku kan memenuhi segala keperluanku (titik) tanpa dilanjutkan lagi. Sampai tahap ini memang kita tidak akan kekurangan, tetapi apakah Tuhan hanya ingin kita seperti ini? Hidup pas-pasan? Pas butuh pas ada? Dan tidak memiliki kelebihan untuk memberkati orang lain? Ini salahnya saya dan anda! Kita membatasi Tuhan dengan berkata: Pas-pasan saja cukup! Kelihatannya rendah hati padahal ini tidak alkitabiah!
Kedua, menurut ukuran siapa?
Kalau kita membatasi berkat Tuhan maka kitapun juga menerima berkat yang terbatas. Fimrna Tuhan tersebut berkata : menurut kekayaan dan kemuliaaNya. Siapakah yang sanggup mengukur kekayaan Tuhan? Siapa yang sanggup mengukur kemuliaan Tuhan? Tidak ada bukan? Artinya, Tuhan tidak pernah memberkati kita pas-pasan! Ingat kisah mujizat 5 roti dan 2 ikan yang dilakukan yesus? Apakah tidak ada sisa? Ada! Bahkan sisanya 12 bakul. Artinya, kalau Tuhan memberkati kita, dia tidak akan tanggung-tanggung, bahkan alkitab berkata : seperti sesuatu yang dipadatkan, digoncangkan dan tumpah keluar. Artinya bukan pas-pasan.
Ketiga, mengapa masih ada yang pas-pasan?
Saya bertanya lagi kepada Tuhan, kalau ada orang yang sudah mengimani ayat tersebut sampai bagian akhir yaitu menurut kekayaan dan kemuliaan Tuhan, mengapa masih ada yang miskin? Tuhan berkata, ada satu ukuran lagi yang tuhan pakai yaitu IMAN ORANG ITU SENDIRI inilah yang disebut JATAH TUHAN. Setiap orang yang mempercayai firman yang sama, tetapi hasilnya berbeda setiap orang! Mengapa? Karena si A memiliki iman secara total sehingga diberkati luar biasa sedangkan si B hanya percaya yang biasa sehingga dapatnya juga biasa. Dalam perjalanan iman kita, kita pasti banyak menemui rintangan. Inilah sebenarnya yang Tuhan lihat, apakah kita kuat untuk diberkati atau enggak. Bukankah Dia Bapa yang baik? YA! Makanya, sebagai Bapa yang baik Ia tidak akan memberikan sesuatu yang diluar kemampuan kita menerimanya, agar kita tidak sombong dan jatuh dalam dosa kekayaan. Jadi semua bergantung pada kita! Siapkah kita diberkati Tuhan? Sebebesar imanmu?

MENGAPA KITA SUKA EMAS ?


Mungkinkah kita mengenal Yesus dan kita menjadi kaya raya? Pertanyaan itu yang sering kita dengar dari beberapa orang yang ragu akan iman mereka dibandingkan dengan kenyataan yang sedang dihadapi. Saya sedih karena ada beberapa gereja yang menolak sebuah pemikiran : Terima Yesus, dalam 3 bulan menjadi kaya dan diberkati. Mengapa? Karena memang itu alkitabiah, ketika Obed Edom menerima tabut Tuhan yang merupakan tanda kehadiranNya dengan penuh hormat, maka hanya dalam 3 bulan mereka diberkati dan kaya raya. Bahkan pencetus pemikiran tersebut, memang dia mengalaminya sendiri. Dan sayapun juga mengalaminya. Dengan segala kerendahan hati saya berkata bahwa dengan menerima Yesus maka kita akan dijadikan kaya raya, sangat kaya dan semakin kaya. Tetapi memang itu bukan tujuan kita ikut Tuhan, namun demikian Tuhan memberikan itu agar kita menjadi berkat bagi orang lain melalui kekayaan kita. Bukankah itu yang Tuhan mau?
Satu pernyataan yang mengubahkan paradigm saya tentang kekayaan ialah : Mengapa kamu suka emas?. Pertanyaan sekaligus pernyataan tersebut membuat saya merenung, mengapa saya suka emas, permata, berlian, dan kekayaan lainnya. Menurut anda bagaimana? (renungkan sejenak)
Saya menemukan jawaban sebagai berikut : Bukankah kita diciptakan menurut gambar dan rupa Tuhan? Artinya, kita tercipta dengan sifat ilahi didalamnya. Lalu apa hubungannya? Coba kita baca kitab Kejadian dimana Adam diciptakan, disana dikatakan bahwa Allah menciptakan sebuah daerah yang memiliki tambang emas, batu permata dan kekayaan lainnya. Bahkan kalau kit abaca kitab terakhir yaitu Wahyu yang berbicara dan menceritakan tentang Surga, kita menemukan bahwa Surgapun terdapat emas, permata, dan berlian yang luar biasa. Saya simpulkan bahwa Tuhan suka kekayaan termasuk emas dan kawan-kawannya. Kita kembali, bukankah kita diciptakan menurut gambar dan rupa Tuhan? Itu berarti kita juga memiliki sifat yang sama dengan Tuhan yaitu menyukai emas, batu permata, dll.
Artinya, kita sama seperti Tuhan yaitu menikmati kekayaan yang disediakanNya. Lalu mengapa kita masih miskin? Karena kita masih memiliki pola piker yang salah tentang kekayaan. Kita menganggap jika kita kaya maka kita jahat, jika kita punya banyak uang kita menjadi serakah, dan pendapat lainnya. Itulah yang menjadi penghalang kita menerima kekayaan ilahi dalam kehidupan kita. Kalau Tuhan aja suka dengan emas maka kitapun juga suka dengan emas. Jika Tuhan punya emas, maka kitapun punya………? Jawab sendiri! Dan bersiaplah untuk kaya raya, diberkati Tuhan, memberkati orang lain, dan masuk Surga.

KAMU UDAH DI SURGA


Lucu, geli, membuat semangat untuk makan lebih banyak. Itu terjadi ketika saya bersama doi sedang makan di Delta. Ketika kita berdua lagi enak makan, disebelah kanan kita ada sepasang suami istri beserta anaknya yang lagi rewel. Iseng-iseng saya mendengarkan rengekan si anak yang lucu tersebut dan ibunya. Kira-kira begini percakapan mereka:
Ibu : “ayo makan…”
Anak : “waaaa…nggak mau, mau ke delta…waaa”
Ibu : “ Ini sudah di delta…”
Anak : “waaa…..mau di delta…”
Intinya, sianak ingin pergi ke delta tetapi dia tidak sadar kalau dirinya sudah ada di delta.
Lalu Tuhan kasih sebuah pengajaran kembali, terkadang hari-hari ini banyak anak Tuhan mengalami hal yang sama dengan anak tersebut. Kita pengennya percaya Yesus, diselamatkan, masuk Surga dan menikmati Surga dibumi. Namun kenyataannya kita merasa kehidupan kita selalu pas-pasan dan tidak mernah bisa memberkati orang lain apalagi makan enak aja nggak pernah. Lalu Tuhan mengajar beberapa prinsip kegagalan anak Tuhan menikmati Surga dibumi :
Pertama, Memiliki cara pandang yang salah tentang Surga.
Sama seperti anak tadi, mungkin dia merasa bahwa delta itu banyak mainannya dan hanya mainan saja didalamnya. Padahal didalam delta sendiri banyak hal yang bisa dinikmati dan dilakukan. Sama seperti orang Kristen konyol jaman sekarang, mereka hanya ngerti percaya Yesus masuk surga tetapi ketika mereka sedang menjalami kehidupan dibumi mereka tidak pernah menikmati surga. Padahal Tuhan mengajarkan bahwa kehendak Bapa akan terjadi dibumi seperti di Surga. Cobalah untuk memperluar cara pandang anda akan kerajaan Surga maka hidupmu akan berubah 180 derajat. Kalau perlu kita akan keluar dari lingkaran setan kemiskinan dan iman yang salah.
Kedua, Maunya Surga yang harus beradaptasi dengan dirinya sendiri.
Anak kecil yang sama tersebut mengalami syndrome focus pada diri sendiri sehingga ketika dia memasuki Delta, bukannya dia yang beradaptasi dengan situasi delta tetapi dia ingin delta yang beradaptasi dengan dirinya, mungkin banyak mainan berserakan dimana-mana dan banyak hal yang ada didalamnya yang kesemuanya merupakan keinginan dirinya sendiri.
Kekristenan sekarangpun sama, mereka bukanya beradaptasi dengan kehidupan Surga tetapi Surga yang dipaksa beradaptasi dengan dirinya dan kedagingannya. Pengennya sih mereka tetap menikmati kehidupan kedagingannya tetapi pengennya juga tetep diberkati. Jangan salah! Tanpa kekudusan kita tidak akan bisa melihat Tuhan. Melihat Tuhan aja enggak, gimana bisa hidup dalam kerajaanNya?
Ketiga, Memperlakukan Raja diatas segala Raja menjadi Pembantu diatas segala Pembantu.
Berapa banyak diantara anda dan saya, dalam beberapa kesempatan memperlakukan Tuhan bukan sebagai raja tetapi sebagai pembantu dan kitalah yang menjadi rajanya. Kalau kita ingin tetap menikmati kerajaan Surga, layanilah dengan baik sang Raja yang empunya Surga. Bagaimana dengan anda?

TANGGUNG JAWAB


“duuugggkk…”, terdengar suara disebelah kanam mobil saya. Ternyata ada seorang pengendara motor yang sembrono ingin mendahului kendaraan saya tanpa memperkirakan jarak. Saya langsung membunyikan klakson untuk membuatnya berhenti, namun karena jalanan ramai diapun langsung melarikan diri ketakutan. Mau dikejar gimana, kalau tidak dikejar juga gimana… tapi saya coba untuk bertanya pada Tuhan, harus diapakan orang tersebut. Namun Tuhan malah memberikan sebuah pengertian dan pengajaran bahwa itu merupakan gambaran sebagian hidup saya dan anda yang membaca artikel ini bahwa kita sangat sering lari dari kenyataan yang harusnya kita hadapi bersama Tuhan. Alias, kita berusaha lari dari tanggung jawab kita! Memang untuk mempertanggungjawabkan sesuatu yang telah kita lakukan tidak mudah, apalagi jika kita melakukannya dengan unsur kegagalan dan kesalahan didalamnya. Tetapi, mau tidak mau Tuhan ingin kita menjadi anak Raja yang ber-responsible atau bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan.
Ada beberapa hal kebenaran yang perlu kita renungi tentang tanggung jawab:
Pertama, tanggung jawab merupakan karakter Bapa di Surga.
Banyak ayat yang menunjukkan kepada kita bahwa Dia adalah Tuhan yang menjadi Bapa atas kehidupan kita. Artinya, Dia bertanggung jawab penuh atas kehidupan kita. Saya masih ingat, waktu papa saya meninggal Dia berkata bahwa Dia akan menjadi Bapa saya. Perkataan Tuhan itulah yang membuat saya tidak menangis ketika papa saya meninggal, bahkan dalam kata sambutanpun saya tidak meneteskan air mata. Bahkan, banyak orang dan tetangga yang mengatakan bahwa saya luar biasa tegar (padahal nggak juga sih…)
Kedua, tanggung jawab merupakan jalan untuk meningkatkan level kehidupan kita.
Semakin seseorang meningkat kehidupannya baik level ekonomi maupun social bahkan dalam hal hubungan dengan Tuhan maka ia akan menanggung tanggung jawab yang lebih besar dari sebelumnya.coba bayangkan sejenak, jika kita masih ada pada posisi Sekolah dasar, maka segala sesuatu masih disiapkan oleh orang tua kita. Kita mungkin hanya bertanggung jawab sebatas belajar saja. Tetapi apa yang terjadi jika kita pada masa kuliah? Apalagi jika kita berada diluar kota terpisah dengan orang tua kita? Kita menyiapkan buku pelajaran, pakaian, sampai servis kendaraanpun kita mengurusi sendiri. Artinya semakin kita dewasa maka kita akan memiliki tanggung jawab yang lebih dibanding hanya berangkat sekolah dan belajar. Mau mengalami peningkatan kerohanian? Bertanggung jawablah!
Ketiga, tanggung jawab membawa kita pada pengelolaan otoritas Allah.
Kalau kita pelajari kisah Yakub dan anak-anaknya, kita akan mengetahui sesuatu yang janggal ketika Yakub memberkati anak-anaknya. Ketika ia memberkati Ruben dan Simeon, mereka berdua hanya menerima berkat yang bisa dikatakan kualitas rendahan. Tetapi Yehuda menerima berkat yang bisa dikatakan berkat tersebut seharusnya menjadi hak anak sulung yaitu Ruben. Salah satu yang yakub katakan kepada Yehuda ialah, bahwa tongkat pemerintahan tidak akan beralih daripadanya sampai ada yang berhak yaitu Kristus datang. Dan luarbiasa, Yesus merupakan keturunan Yehuda bukan Ruben yang merupakan anak sulung. Pertanyaannya, mengapa yehuda menerima berkat ganda tersebut? Karena dia bertanggung jawab. Ini dibuktikan dengan ketika Yusuf akan dibunuh oleh saudara-saudaranya, hanya Yehuda yang mencegah. Ketika Benyamin ditahan oleh Yusuf ketika di Mesir, Yehudalah yang mencegahnya pula. Dia sangat bertanggung jawab kepada keluarganya sekalipun diapun punya banyak kelemahan.
Bagaimana dengan kita? Siapkah kita menerima tanggung jawab Tuhan?