Jumat, 02 Juli 2010

BALANCE LIFE PART 5

Saul merupakan pemimpin yang tidak bisa melepaskan pengampunan, ketika banyak orang yang mengelu-elukan Daud sebagai seorang pahlawan, dia merasa sangat tersaingi dan kebencian muncul dari dalam dirinya kepada Daud. Saya hampir saja mengalaminya ketika ada seorang anak kecil yang hobby nya membantah, saya pikir sok tau banget anak ini. Dan bukan hanya itu, perkataannya kasar dan menghargai orang yang lebih tua dari dia. Sampai saya pikir dalam hati, “gua nggak bakal pake elo dalam hal apapun yang berhubungan dengan hidup gue.” (bahasa Jakarte-nye). Tapi ketika merenung tentang kisah pengampunan, dimana Yesus member sebuah perumpamaan, ada orang yang berhutang kepada raja dengan jumlah yang sangat besar saja diampuni, tapi ketika orang yang diampuni dan dibebaskan dari hutang tersebut memiliki piutang terhadap orang lain, ternyata dia tidak mau melepaskannya bahkan sempat mencekiknya. Dan cerita tersebut akhirnya didengar oleh raja yang baru saja membebaskan orang yang mencekik temannya tersebut dari hutang-hutangnya yang jauh lebih besar. Akibatnya sang raja marah dan menangkap orang yang tak tahu diri tersebut dan menyerahkannya kepada algojo untuk dihukum dan hutang-hutang yang sudah dibebaskannya diperhitungkan kembali. Ketika ingat kisah tersebut, saya mentertawakan diri saya sendiri, masa karena anak kecil saja kepahitan? Dan ketika mengingat kisah tersebut saya memiliki sebuah statement: Bagaimana anda tahu bahwa Tuhan sudah mengampuni anda? Yaitu ketika anda melepaskan pengampunan kepada orang lain! Dan orang yang tidka mau mengampuni, sama dengan kita meminum racun dan berharap orang lain yang mati. Dan dalam lingkungan baik gereja, pekerjaan, study, dll ada satu habit yang aneh sedang berkembang, ketika ada dua pihak yang sedang konflik tiba-tiba bisa menjadi rukun karena adanya musuh bersama. Artinya kebencian juga bisa mengakrabkan dua pihak yang sedang berkonflik tetapi itu merupakan hubungan yang tidak sehat. Ini yang saya sebt BARISAN SAKIT HATI. Jadi pengampunan merupakan suatu keharusan dan ketika kita me-release pengampunan sebenarnya kita sedang membebaskan diri kita sendiri dari keterikatan, kepahitan, dan kehancuran. Selamat mengampuni! HEALTHY SUCCESS – MAKAN SEBELUM LAPAR, BERHENTI MAKAN SEBELUM KENYANG kita snagat lemah dalam komitment menjaga kesehatan dengan berbagai alasan, kemaren waktu saya pergi ke Adi yasa karena ada seorang guru sekolah minggu kami yang meninggal, saya ditawarin sekotak mie pangsit. Dan beberapa hari ini saya mengikuti anjuran Yohanes Sunardi tentang healty life (percuma donk ngundang orang hebat kalau nggak ngelakuin), saya stop makan pada jam 7 malam, kalaupun saya belum sempat makan pada jam tersebut, maka saya hanya makan sayuran saja. Waktu saya ditawarin makan mie pangsit tersebut saya menolak, karena saya sudah berkomitment untuk tidak makanan karbohidrat setelah jam 7 malam kecuali sayuran dan buah. Tapi beberapa orang yang saya tahu punya komit tersebut merasa eman dan akhirnya makan juga, tetapi saya bisa ber-bangga karena saya tetap jaga komitment, dalam pikiran saya sangat simple saja: Sebelum saya pergi ke Singapura, Australia, dan Lakewood Church, dna bahkan banyak tempat lain didunia untuk memberitakan injil dan dipakai Tuhan, saya tidak mau mati dini atau pension dini karena stroke. Ada sebuah sara bagus tentang makan yang sehat: Makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Makan yang sehar ialah dengan alasan karena kebutuhan bukan keinginan. Banyak kita terjebak dengan keinginan sehingga kita ngemil sana ngemil sini, akibatnya senam berapa kalipun kita tetap saja gemuk tidak sehat. Jadi miliki pola hidup yang sehat sebelum pension dini menghampiri anda yang disebabkan gaya hidup yang salah. Untuk info lebih lanjut dan Konseling, silakan mengirimkan email ke: youth_gil@yahoo.com

Tidak ada komentar: