Rabu, 16 April 2008

CIPTAKAN KOMUNITAS


Kenyetaan pahit terjadi hari2 ini kalau kita menyaksikan surat kabar maupun televise, beberapa diantaranya maraknya PSK anak remaja usia SMP dan SMA, sabu2 bukan hanya dikonsumsi oleh anak muda elit kota tetapi juga petani dipelosok mengkonsumsi sabu2, bahkan tingkat penyimpangan seksual pada anak remaja meningkat tajam tahun2 ini, dan masih banyak kenyataan lainnya yang harusnya membuat hati kita tercincang2 ketika mendengarkannya. Tambah hari bukannya tambah baik, malahan dosa menjalar begitu cepat dari kota sampai kepelosok daerah. Kenyataan seperti itu mau tidak mau, gereja harus mengambil peran untuk memulihkan kota dan bangsa ini.
Ibadah2 gereja hari2 ini hanya terfokus pada ibadah raya yang tidak saling mengenal satu dengan yang lain, sehingga ketika ada seseorang yang memiliki masalah dan butuh seseorang untuk mendengarkannya, gereja tidak siap menampung. Komunitas dalam gereja mestinya diciptakan untuk ‘saling’, baik saling memperhatikan, saling mengasihi, saling meng-cover, saling membantu, saling peduli, saling berbuah, saling memberkati, saling menolong, saling mendoakan dan saling2 yang lainnya. Gereja mulai kehilangan hal tersebut.Ketika kita diberkati dengan jumlah jemaat yang banyak, kita mulai bangga karena penuaian terjadi, padahal kalau kita sadar, semakin banyak jemaatmu maka semakin besar tanggung jawab yang harus ditanggung. Taukah kita, kalau gereja tidak siap menerima jiwa baru maka tidak akan lama jemaat baru tersebut akan menghilang entah kemana. Mestinya, ketika gereja masih berada diusia muda harusnyadiciptakan komunitas2 kecil untuk dijadikan tempat saling berbagi hidup, bertumbuh, dan melahirkan generasi unggul. Sehingga kita tidak ghanya berdiri sebagai gereja ‘pengunjung’ dimana setiap orang yang datang ketempat kita, besoknya pergi begitu saja tanpa jejak dan kitapun tidak tahu kemana perginya.
Solusinya, ciptakan komunitas digereja kita, dan belajarlah berbagi hidup dengan mereka!

Tidak ada komentar: