Minggu, 13 April 2008

PELAYANAN 5 JAWATAN


Untuk pergerakan mendatang perlu diidentifisir rasul-rasul, nabi-nabi, guru-guru, gembala- gembala dan penginjil-penginjil di market place. Melepaskan 5 jawatan di market place adalah kebutuhan utama pergerakan apostolik di dunia luas. Perlunya kesadaran bahwa keberadaan rasul-rasul dan nabi-nabi tidak hanya berkutat di dalam pelayanan kegerejaan saja. Ada rasul- rasul di dalam komunitas gereja tetapi juga ada rasul-rasul di market place. Ini bagian dari pemahaman ôKingdom orientedö bukan lagi sekedar konsep ôchurch oriented.öAllah tidak ingin kerajaan-Nya dilimitasi oleh keberadaan institusi gereja tetapi menjadikan kehendak-Nya jadi di bumi seperti di surga.Transformasi masyarakat memang harus menjadi goal kita tetapi nampaknya hal tersebut tidak dapat dikerjakan dengan menahan beberapa hal yang gereja miliki (dalam hal ini pelayanan 5 jawatan) dan melepaskan beberapa hal yang lain yang mestinya dipersembahkan sebagai kasih karunia bagi dunia. Dunia bertanya-tanya kapan ôYohanes Pembaptis-Yohanes Pembaptisö keluar dari “pertapaan”nya dan muncul dengan ôsuara yang berseru-seru di padang gurunö? Dimana rasul-rasul kita dengan bisnis apostoliknya di market place?
Kita memiliki pertemuan Kristen 2-3x seminggu tetapi selebihnya waktu kita ada di market place untuk menjadi garam dan terang di sekeliling kita. Kebanyakan dari kita mengalami rasa frustasi yang menjadi gejala umum dalam kekristenan yg dikarenakan kita tidak melihat perubahan- perubahan iklim rohani seperti yang kita harapkan di lingkungan kita, sekalipun kita sudah melakukan seluruh ritual dan aktifitas rohani kita. Umat Tuhan berada di market place dengan seluruh kekuatannya tetapi masyarakat yang mengharapkan perubahan tetap tidak dijangkau. Penyebabnya adalah spiritual government/pemerintahan rohani belum ada disana. Usaha-usaha terbaik dari orang-orang Kristen tidak untuk membuat dampak di sekeliling mereka tetapi hanya difokuskan pada usaha-usaha untuk membangun kepentingan-kepentingan organisasi gereja dan bukan kerajaan Allah. Orang-orang percaya yang jumlahnya mencapai 98% di market place belum diberdayakan sebagai ujung tombak pekerjaan apostolik. Pelayan 5 jawatan yang berfungsi melengkapi orang percaya hanya membatasi pekerjaan dan pelayanannya pada bidang-bidang yang melatih orang percaya mahir beraktifitas di dalam gedung gereja.
Rasul-rasul market place tidak akan efektif dalam pelayanan mereka sebab PERTAMA, mereka tidak tahu untuk apa mereka ada bahwa mereka dipanggil dalam tugas kerasulan di market place. KEDUA, rasul-rasul market place belum diberitahu, ditegaskan posisinya sebagai seseorang yang bergerak dalam pelayanan kerasulan di market place oleh orang-orang percaya lainnya (sekalipun rasul-rasul tersebut sudah siap ada disana dari hari ke hari). Mestinya kita percaya bahwa ada rasul-rasul keuangan, teknologi, industri, edukasi,pertanian, militer, hukum, pemerintahan, bisnis, transportasi, pengetahuan nuklir, dan ratusan segmen masyarakat yang lain dan kemudian mengöordainö mereka. KETIGA, ketiadaan proses pemberdayaan terhadap mereka setelah pengenalan tersebut.
Fungsi gereja pun seharusnya menjadi semacam pusdiklat bagi pelayan-pelayan 5 jawatan yang sudah dikenali dan kemudian me-release-nya di market place untuk kemudian melakukan fungsi melengkapi juga di market place bukannya hanya mengajarkan orang percaya tentang bagaimana cara berkotbah yang baik saja. Ketika rasul-rasul market place bergerak di dalam urapan Allah yang penuh kuasa maka revival akan ada di setiap penjuru kota.
Kira-kira 50% nabi-nabi dan rasul-rasul yang dipulihkan dan dilepaskan akan datang dari dunia bisnis dan selebihnya lagi dari mereka dipanggil dalam pelayanan melengkapi komunitas orang percaya. Beberapa yang lain menjadi pemimpin-pemimpin organisasi non profit. Tetapi mayoritas akan memenuhkan karunia mereka dan berfungsi dalam profesi mereka sendiri. Ada nabi-nabi dan rasul-rasul yang Allah tetapkan dalam bisnis, keuangan, dan pemerintahan. Hal tersebut akan membawa penyesuaian kepada cara berpikir kita mengenai siapa, dimana dan bagaimana gereja akan diperlakukan. Dengan konsep tersebut maka gereja akan menjadi ôinclusive churchö yang ada dimana saja dan kapan saja. Tanpa harus terlihat tetapi sungguh terasa à konsep garam! (bukannya sangat terlihat tapi tak terasa).Mungkin tanpa nama, tanpa wajah dan tanpa bentuk tetapi berkekuatan dan berdampak. Gereja adalah dimana saja orang percaya ada à dimana saja orang percaya dan pelayan-pelayan lima jawatan bertemu. Dari pandangan tersebut kita akan menetapkan sebuah komunitas gereja di sebuah wilayah bisnis sekalipun.

Tidak ada komentar: