Minggu, 13 April 2008

FROM WORSHIP TO QUALITY


Pengejaran kita hari2 ini hanya sebatas hadirat Tuhan, kalau kita perhatikan ketika song leader dibeberapa gereja akan memulai ibadah mereka, maka satu tujuan sebelum mereka menyanyikan lagu2 rohani ialah mengejar hadirat Tuhan. Tetapi cuman sebatas itu saja, pertanyaanya ialah apakah itu sudah include satu erjalanan rohani yang harus kita tempuh? Dalam Keluaran 33 : 15 Berkatalah Musa kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Disitu dengan jelas Musa meminta penyertaan Tuhan dalam kehidupannya, atau dengan kata lain Musa meminta hadirat Tuhan ada ditengah2 bangsa tersebut. Dan ayat sesudahnya mengatakan bahwa Tuhan menjawab permintaan Musa tersebut dalam Keluaran 33 : 17 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau." Tetapi Musa tidak berhenti sampai disitu, dia sadar bahwa itu hanya permintaan separo dari yang Tuhan mau. Maka dari itu dia meminta kepada Tuhan permintaan kedua yatu Kemuliaan Tuhan Keluaran 33 : 18 Tetapi jawabnya: "Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku.". kata ‘tetapi’ merupakan kontra dari permintaan pertamanya. Dalam bahasa sehari2 bisa diiterjemahkan seperti ini: terimakasih Tuhan atas pemberianmu itu tapi bukan itu yang aku mau, aku pengen kemuliaanMu”. Kalau Tuhan menjawab bahwa hadiratNya akan dinyatakan, Musa meng-OK-kannya tetapi Musa tahu itu baru separo dari yang Tuhan mau. Dia ingin permintaan kedua yang jauh lebih penting dari yang pertama yaitu kemuliaan Tuhan.
Mengapa Musa meminta tersebut? Kalau kita belajar bahasa aslinya, kata kemuliaan diterjemahkan dengan dua kata :
· KABOT : Bobot
· DOKSA : Kualitas
Artinya bahwa hadirat Tuhan akan menghasilkan kemuliaan Tuhan, kita
mengejar hadiratNya OK, tetapi jangan berhenti sampai disitu, hadirat Tuhan merupakan step pertama untuk mendapatkan hal kedua yaitu Kemuliaan Tuhan, kualitas Tuhan. Firman Tuhan berkata bahwa Yesus ialah pokok anggur yang benar dan kitalah carang2nya, artinya kita harus menempel pada pokok anggur tersebut barulah kita berkualitas, berkualitas terjadi jika kita ada dalam hadirat Tuhan dan penilaian kualitas tersebut terjadi ketika kita berbuah dan buah kita tetap. Jadi sebagai anak Tuhan, kita harus berkualitas dalam segala hal barulah kita mempermuliakan Bapa di
Surga. Tetapi, kebanyakan yang terjadi ialah bahwa banyak anak Tuhan berkualitas jika berada digereja saja, itupun cumin hari sabtu atau minggu. Sedangkan dihari2 biasa, mereka tidak menunjukkan apa yang terjadi pada hari minggu dan sabtu. Aneh kan? Rasanya gereja punya PR untuk masa mendatang, untuk mencetak generasi yang bukan hanya merasakan hadirat Tuhan digereja, dengan perasaan ‘greng’, merinding, dan ‘semriwing’ saja, tetapi juga mengeluarkan kualitas. Ingat ketika Adam ditempatkan di taman Eden, apa perintah Tuhan? Mengelola dan memelihara bukan? Kata asli yang dipakai sebenarnya ialah memunculkan potensi dari tanah, artinya sebelum Tuhan menempatkan Adam di eden, maka bumi belum memunculkan kualitas yang sebenarnya. Barulah setelah Adam diciptakan maka Tuhan member tugas kepadanya untuk memunculkan setiap potensi dari tanah. Itu hanya dilakukan jika kita tinggal di hadirat Tuhan dan memiliki kualitas dengan memancarkan kemuliaan Tuhan

Tidak ada komentar: