Kamis, 24 Juni 2010

5 POINT OF HIGHER STANDARD

Banyak orang kristen jatuh dalam dosa, kegagalan dalam memanfaatkan kesempatan, kehancuran dalam hubungan, kerusakan dalam kualitas bekerja, batu sandungan dalam pelayanan, dan masih banyak lagi hal buruk yang bisa disebutkan, itu semua terjadi karena satu kata KOMPROMI. Standard/ nilai tinggi yang harus dipasang untuk mencapai kehidupan yang maksimal, tidak diperlakukan sebagaimana mestinya, akibatnya kita tidak memberi dampak pada orang lain malahan jadi batu sandungan.
Hal pertama sebelum kita masuk beberapa poin yang perlu kita ubah dalam kehidupan kita yang berhubungan dengan standard yaitu JANGAN PERNAH KOMPROMI terhadap segala sesuatu yang tidak benar. Waktu kita berkompromi, waktu itulah kita akan mengalami kemerosotan kualitas kehidupan. Mungkin kita berpikir seberapa pentingkah kualitas dalam kehidupan? Saya mengambil satu contoh tentang dua macam kantong. Kantong pertama terbuat dari kain tenun dengan bordiran gambar yang indah terbuat dari benang emas. Sedangkan kantong kedua hanya terbuat dari plastik daur ulang. Coba saya ingin bertanya kepada anda, mana yang akan anda pilih jika seseorang emmberikannya kepada anda secara Cuma-Cuma? Pasti kita akan memilih kantong yang terbuat dari kain tenun. Sekarang, kalau misalnya kita harus memilih, barang-barang penting seperti handphone, kaca rias kecil, dompet, dan sisir, dikantong yang mana kita akan meletakkannya? Dikantong yang terbuat dari kain tenun atau tas plastik biasa? Yup, anda menjawab tas tenun lagi. Belum selesai! Sekarang next question, apa hyang akan anda lakukan kepada dua kantong tersebut, setelah anda menggunakannya? Mana yang akan anda buang dan mana yang akan anda simpan? Nah, sekarang anda bisa membandingkan antara kedua kantong tersebut. Fungsi keduanya memang sama, tapi apa yang membedakannya? Saya menyebutnya KUALITAS. Kantong tenun lebih berkualitas karena dibuat oleh tangan petenun, dengan benang khisus yaitu benang emas, dan dengan gambar bordir yang indah. Sedangkan kantong plastik merupakan produk masal dari pabrikan dan tidak ada nilai seninya sama sekali. Saya ingin mengatakan demikian pula orang yang hidup dengan standard nilai yang tinggi dengan orang yang hidup sembarangan tanpa memperhatikan standard hidupnya.
Sekarang, point apa saja yang harus kita naikkan standard nilainya?

POLA PIKIR
Firman Tuhan mengajarkan kepada kita bahwa kehidupan kita didalam Kristus akan diubahkan dari kemuliaan yang satu kepada kemuliaan yang lebih besar, dan alkitab yang sama juga mengajarkan kepada kita bahwa pertumbuhan rohani yang sehat ialah pertumbuhan yang signifikan dari pola berpikir seperti anak-anak menjadi dewasa. Artinya ada satu hal penting yang harus kita kerjakan yang berhubungan dengan pola pikir yaitu TANGGUNG JAWAB.
Seorang anak mereka don’t think ketika mengerjakan sesuatu, dan itu sangat lucu menurut saya. Tapi apa yang terjadi jika kita telah dewasa namun tetap bertindak seperti anak-anak? Kita tidak pernah berpikir waktu mengerjakan sesuatu? That’s not funny i think so! Ketika kita menuju proses kedewasaan maka kita harus mengubah standard berpikir kita. Taukah kita, bahwa kata menjadi dewasa dalam alkitab memiliki bahasa asli ‘teleiyos’ yang bisa berarti sempurna. Tindakan kita harusnya berubah karena punya pola pikir yang lebih dewasa dibandingkan dengan anak-anak. Kita dikatakan dewasa ketika kita berani ambil sikap yaitu menerima tanggung jawab. Bagaimana dengan kita?
Saya menemukan banyak orang yang ingin dipercaya melakukan sesuatu namun pada hari H-nya, tidak datang dengan berbagai alasan. I tell you, kamu belum dewasa! Kita disebut dewasa ketika kita melakukan apa yang menjadi tanggung jawab kita, sebelum kita bisa melakukan itu, berarti kita masih kiddy/ kanak-kanak. Bagaimana Tuhan memberi berkat yang lebih besar kalau kita tidak setia pada perkara yang kecil yang sudah dipercayakan oleh Tuhan kepada kita? Think about it!

SIKAP
Apa yang membuat kita tidak bisa bertumbuh? Karena sikap yang salah! Sikap yang salah akan membuat kita tidak bisa mengalami terobosan besar dalam kehidupan. Ketika kita harusnya berdiri atas kebenaran, kita terus mengijinkan kompromi masuk dalam kehidupan kita. Saya terus belajar akan hal ini, contoh sederhana: ketika ada orang bertanya kepada saya, kapan batas keterlambatan pelayan Tuhan untuk boleh melayani? Saya menjawab setengah jam sebelum ibadah harus stand by! Btw, apa yang sering terjadi? Ada orang-orang yang telah diberi kebebasan untuk memilih, tidak menggunakannya dengan baik, akibatnya peraturan harus dijalankan. Tapi pada situasi tertentu kadang saya berkompromi dengan apa yang menjadi sikap saya, dengan cara apa? Saya tetap mengijinkan orang tersebut melayani walaupun terlambat 5 menit dari peraturan awal. What next? Dia mencoba lagi untuk terlambat 10 menit. Minggu depannya lagi dia mencoba terlambat 15 menit, dan seterusnya sampai dia datang ibadah setengah jam setelah ibadah dimulai. Mengapa ini terjadi? Karena saya berkompromi dengan sikap! Sejak itu, di kamu muda kami memberi aturan dan standard yang tegas akan pelayanan terutama dengan kaitannnya keterlambatan. Keterlambatan dalam melayani sama artinya meremehkan gereja sebagai ladang pelayanan, meremehkan jemaat yang harusnya terlayani dengan baik, dan tentunya meremehkan Tuhan sebagai satu pribadi mulia yang harus kita layani. Efeknya akan sangat banyak! So, belajarlah untuk menaikkan standard sikap kita, minimal kita harus mempertahankan apa yang sudah ada.

PERBUATAN
Sering saya mengucapkan kata ini: Ah, latihan tidak usah terlalu lama, toh kalau nyanyinya false pasti jemaat nggak bakalan tahu karena music nya lebih keras! See? Standard yang saya punya sangat buruk, dan harusnya itu bukan standard namun kebiasaan dan perbuatan buruk yang dipelihara setiap hari. Kadang kita mengabaikan hal yang satu ini, kita berpikir orang lain harus menerima kita apa adanya termasuk perbuatan dan setiap kesalahan yang kita buat harus dimaklumi! Hey! You still become a child! Orang dewasa akan belajar meyesuaikan diri dengan lingkungannya, bagaimana dia bertindak pasti akan dilakukan dengan benar. Saya sangat sedih melihat orang-orang yang bertindak dengan salah, sehingga yang terjadi ialah dia tidak memposisikan dirinya dengan tepat disaat yang tepat, dan pada orang-orang yang tepat.
Contoh: sepasang suami istri yang sedang menghadiri sebuah acara penting dan dihadiri oleh orang-orang penting, si pria memiliki ekspresi yang murah senyum, elegan, dan terkesan sangat humble. But, apa yang terjadi dengan si wanita? Cemberut, muka pepaya, tidak ramah, jarang bicara, jarang berkumpul dengan orang, menyendiri, dan kurang sedap untuk dipandang. Apa akibatnya? Kehadirannya merusak suasana. Usut punya usut ternyata pasangan ini bertengkar dalam perjalanan berangkat ke pertemuan tersebut. Si pria bisa memposisikan dirinya dan menjada behave nya tapi si wanita dengan polosnya bersikap apa adanya. Saya tidak mengatakan kita harus munafik! But, kita harus bisa menempatkan posisi kita dengan tepat. Konflik pasangan tidak harus merusak kesenangan dan kebahagiaan orang lain bukan? Konflik harus diselesaikan dengan komunikatif dan 4 mata, bukan malahan menunjukkan kepada orang sekitar dan membuat mereka illfeel.
Itulah sebabnya sangat penting untuk melakukan buah roh yang terakhir yaitu PENGUASAAN DIRI. Amsal pernah berkata orang-orang yang bisa menguasai dirinya melebihi para pahlawan yang berkasil merebut kota. Sebegitu pentingnya kita dapat menjadi dewasa dan menaikkan standard hidup dengan menguasai diri.

GAYA HIDUP
Tau mengapa orang terjangkit penyakit Diabet? Kolestrol tinggi? Asam urat berkepanjangan? Stroke? Gagal ginjal? Usus buntu? Dan banyak penyakit lainnya? Hanya ada satu jawabnya, karena mereka tidak memiliki standard dalam gaya hidup khususnya pola makan. Ada orang yang setia melayani Tuhan, namun tidak bisa menguasai diri dalam hal makan, sehingga dia sedang mempercepat pertemuannya dengan Tuhan/ meninggal. Beberapa dokter mengatakan, penyakit diabet dan jantung/ kolestrol tinggi disebabkan keturunan, mungkin ada benarnya, tapi seberapa benarkan pandangan tersebut? Saya bertemu dengan orang-orang yang ayahnya mati karena jantung, tapi anaknya tidak memiliki gangguan pada jantung. Saya mencoba menjelaskan dengan cara yang lebih simpel tentang penyakit keturunan ini:
Seorang ayah yang punya pola makan sembarangan, ketika dia punya anak, maka mau tidak mau akan mengajak anak dan istrinya untuk makan bersama. Dan taukah kita, waktu si anak memperhatikan pola makan ayahnya tiap hari, tanpa sadar itu menjadi kebiasaan sehari-hari yang dilakukan juga. Jika ayahnya tiap hari makan steak sapi berlemak, babi panggang, ayam goreng, bebek goreng, otomatis si anak juga akan makan makanan tersebut, why? Karena mereka makan semeja dengan ayahnya. Lama kelamaan, penyakit yang harusnya tidak ada pada anak tersebut mulai dipupuk terus dengan pola makan dan gaya hidup yang tidak benar. Dan setelah si ayah makan dengan begitu banyak makanan berkolestrol tinggi, langsung ketempat tidur untuk rest. So, apa yang terjadi pada si anak? Dia juga ikutan tiduran disamping ayahnya, dan kejadian ini berulang-ulang dan terus menerus. Akibatnya, si anak punya gaya hidup yang sama persis dengan ayahnya. Lalu ketika ayahnya telah meninggal, penyakit yang sama tersebut terwariskan ke si anak. Maka dari itu dokter selalu bertanya kepada pasien yang terkena diabet dan jantungan, apakah ada silsilah dalam keluarga yang punya penyakit yang sama.
Jadi, miliki standard yang lebih tinggi dalam gaya hidup kita, pasti suatu ketika kita akan menikmati hasilnya.

HUBUNGAN
Pergaulan yang buruk akan merusakkan kebiasaan yang baik, itu kata firman Tuhan. Ada seorang ahli mengatakan bahwa dia bisa melihat masa depan orang lain lewat pergaulannya. Dan sering kita mendengar sebuah saran,”bergaullah dengan orang berhasil maka kamu akan tertular keberhasilannya”, sebenarnya apa yang membuat itu semua terjadi? PERCAMPURAN. Misalkan kita sedang membuat kopi, kita menaruh kopi murni dalam gelas lalu kita beri air panas dan kita minum, apa rasanya? Kopi pahit! Sekarang kita taruh kopi dalam gelas dan tambahkan satu sendok garam lalu kita beri air panas dan kita minum, apa rasanya? Kopi asin! Sekarang, lakukan hal yang sama, tapi berikan gula didalam kopi itu, apa rasanya? Manis bukan? Mengapa kopi yang sama, bisa terasa sangat berbeda karena ada bahan yang berbeda masuk dalamnya? Terjadi percampuran!
Ingat kisah Lot? Lot memilih tempat seperti taman surga yaitu DEKAT kota Sodom dan Gomora, itu diawal perjalanan Lot. Tetapi apa yang terjadi ketika Tuhan akan memusnahkan Sodom dan Gomora? Dimana posisi Lot? Ternyata posisi Lot berada ditengah-tengah orang Sodom dan Gomora. Jika sebelumnya dia berada dekat (diluar) Sodom dan Gomora, sekarang berada didalamnya. Pesan apa yang saya mau sampaikan? Pergaulan kita menentukan kita ada diposisi mana! Kita beragaul dengan orang gagal dan menerima kegagalannya, maka bersiaplah one day kita menjadi orang gagal berikutnya! Tapi akan sangat lain jika bergaul dengan orang-orang yang punya standard tinggi dalam pergaulannya. Diakhir point ini saya ingin membuat sebuah statement: BERTEMANLAH DENGAN SIAPA SAJA TAPI BERGAULLAN BUKAN DENGAN ORANG YANG SEMBARANGAN! BERTEMANLAH SELUAS-LUASNYA TAPI JANGAN BERTEMAN SEBEBAS-BEBASNYA! TENTUKAN STANDARDMU SEKARANG! *Hendri

Tidak ada komentar: