Kamis, 24 Juni 2010

BIARPUN BEGITU TETAPLAH

Pada saat engkau berkata jujur dan terus terang, mungkin dunia akan menipumu
Biarpun begitu, tetaplah berkata jujur dan terus terang
Pada saat engkau berbuat baik, mungkin dunia akan memanfaatkanmu
Biarpun begitu, tetaplah berbuat baik
Pada saat engkau punya visi, mungkin dunia akan mentertawakanmu
Biarpun begitu, tetaplah miliki visi
Pada saat engkau membangun kebaikan, mungkin dunia akan menghancurkannya
Biarpun begitu, tetaplah membangun
Pada saat engkau mengasihi, mungkin dunia akan membencimu
Biarpun begitu, tetaplah mengasihi
Pada saat engkau berdoa, mungkin dunia akan mengutukimu
Biarpun begitu, tetaplah berdoa
Pada saat engkau menjaga kesetiaan, mungkin dunia mengecewakanmu
Biarpun begitu, tetaplah menjaga kesetiaan.”

Saya terkesan pada suatu saat saya mengikuti retret di pegunungan lawu, tepatnya di Sarangan. Iseng-iseng sebelum acara dimulai, saya melihat ada seekor laba-laba dengan tenangnya sedang berdiam diri di sarangnya. Saya mencoba menganggunya dengan merusak sarangnya. Apa yang terjadi? Ketika sarangnya saya rusak, dia dengan cepatnya mengeluarkan zat dari perutnya untuk membangun sarangnya. Ketika saya kembali dari acara, saya mencoba melihat apa yang dilakukan oleh laba-laba tersebut, saya mendapati sarangnya kembali pada posisi semula, sempurna sekali.
Tau apa yang saya lakukan? Saya ambil ranting dan saya rusak lagi sarangnya. Sama seperti tadi, dia berusaha dengan cepat membangun kembali sarangnya. Dan ketika saya melihat keadaan sarangnya yang porak poranda, saya meninggalkan begitu saja (jangan berpikir saya sadis, ini semua ada maksudnya)
Keesokan harinya saya datang kembali ketempat laba-laba tersebut, apa yang terjadi? Dia sudah menempati sarangnya dengan sempurna. Dan akhirnya saya rusak lagi, tapi lagi-lagi dia dengan cepat membangunnya. Karena berpikir tidak ada gunanya, saya pun menyerah.
Dari kejadian itu saya mengambil sebuah kata penting: TERUS MENCOBA! Saya bersyukur laba-laba tersebut tidak kecewa dengan yang saya perbuat sehingga dia memutuskan untuk pindah rumah, atau saya berpikir mungkin ini laba-laba kristen yang sudah mengikuti retret pemulihan hati sehingga tidak kecewa. Tapi yang dilakukan laba-laba itu ialah dia tetap membangun sarangnya, apapun resikonya, dan apapun halangan yang dihadapinya. Bandingkan dengan kita, saat usulan kita tidak diterima dalam rapat, apa yang menjadi reaksi kita? Kebanyakan kita memutuskan untuk kecewa dan tidak usul apapun pada rapat yang sama dan orang yang sama,betul?
Belajarlah untuk tetap terus mencoba segala sesuatu, jangan pernah menyerah dalam kehidupan, sebab Tuhan sendiri tidak pernah menyerah untuk memakai hidup kita yang terkadang juga gampang menyerah. Satu lagi, kita semua harus berterima kasih kepada laba-laba yang berkali-kali syaa rusak sarangnya, karena dia telah menjadi inspirasi bagi tulisan saya ini dan tentunya dan yang membacanya, kita berdoa agar dia beranak pinak dan memenuhi bumi juga bisa membuat laba-laba yang lain menerima Yesus sebagai Juru Selamat mereka. Hehehehehe.
*Hendri

Tidak ada komentar: