Jumat, 21 Maret 2008

AMAN DALAM TUHAN


Foto ini adalah foto dari jembatan Golden Gate yang menghubungkan teluk di San Francisco. Jembatan ini dibangun pada bulan Januari 1933 dan selesai pada bulan April 1937. Pada awal pembangunannya, banyak korban tewas dari pihak pekerja karena mereka jatuh dari atas konstruksi. Hal ini terus terjadi sampai pada akhirnya pihak pengembang memberikan solusi pengamanan dengan memasang jaring pengaman dibawah konstruksi jembatan agar bila ada orang yang jatuh tidak akan berbahaya karena terlindungi oleh jaring pengaman tersebut. Sejak dipasang jaring pengaman tersebut, tidak lagi ditemukan korban pekerja yang tewas karena jatuh dari konstruksi. Dan yang mengejutkan, proses pengerjaan jembatan tersebut jadi lebih cepat dan efektif karena para pekerja yang ada tidak lagi merasa takut. Hebat kan?
Hal ini ternyata juga terjadi dalam kehidupan kita sehari-hari. Saat kita merasa aman, produktifitas kita pun meningkat. Saat kita merasa aman, kita bisa mampu melakukan hal-hal yang terbaik dari kemampuan kita.
Permasalahannya disini kita berada pada satu kondisi yang tidak aman. Kalau beberapa tahun yang lalu banyak terjadi aksi terorisme yang menakutkan, sekarang ini kita ditakutkan oleh banyaknya bencana alam yang terjadi yang bahkan sulit untuk diperkirakan. Banyak gempa terjadi, ada juga banjir, di perairan Indonesia juga terjadi beberapa kali gelombang pasang yang tinggi padahal belum musim hujan. Lalu ada lagi di dekat tempat tinggal saya, Surabaya, atau di Sidoarjo, ada bencana semburan lumpur panas yang sudah 1 tahun tidak kunjung berhenti. Dan masih banyak lagi yang bisa membuat kita merasa tidak aman.
Dalam keadaan yang sangat tidak aman ini, dapatkah kita bisa merasa aman? Jawabnya tentu dapat. Ada satu rasa aman yang benar-benar aman, yaitu aman didalam Tuhan. Aman didalam Tuhan adalah keyakinan yang teguh bahwa kehidupan kita ada ditangan Allah Maha Kuasa yang adalah Bapa kita.
Lalu bagaimana kita bisa merasa aman? Firman Tuhan dalam Matius 8:23-27 memberikan pengajaran bagaimana mempunyai rasa aman dalam Tuhan.


1. Berada dimana Yesus berada.

Kita tahu saat kita berada dalam penyertaan Tuhan, kita akan aman. Namun seringkali kita salah dalam menafsirkan hal ini. Kita sering “memaksa” Tuhan untuk mengikuti dan menyertai kita. Sesungguhnya kita ini murid Yesus, jadi bukan Yesus yang harus mengikuti kita, namun kitalah yang harus mengikuti Yesus. Dan saat kita mengikut Yesus, pasti kita aman karena kita ada dalam penyertaanNya.
Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nyapun mengikuti-NyaMatius 8:23
Barangsiapa melayani Aku, ia harus mengikut Aku dan di mana Aku berada, di situpun pelayan-Ku akan berada. Yohanes 12:26


2. Berseru kepadaNya saat badai melanda.

Saat berada bersama Tuhan, seringkali kita juga tetap melewati badai. Hanya saja kita sebagai murid-muridNya sudah mendapatkan janji perlindunganNya yang aman. Saat kita berseru minta tolong, berserah kepadaNya, mengandalkan kekuatanNya dalam setiap kesempatan, kita akan mendapatkan pertolonganNya.
Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur. Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.”Matius 8:25
Mata TUHAN tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong”…”Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya. TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya ituMazmur 34:16, 18-20
Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya.Mazmur 91:15


3. Berani dan beriman disituasi sulit.

Saat kita tahu bahwa kita berada bersama dengan Tuhan, dan kita juga sudah tahu janji-janji perlindunganNya, kita tidak perlu takut. Kita harus berani dan melangkah dengan iman. Jangan takut karena Yesus tidak suka itu, bahkan Tuhan sudah mengingatkan kita untuk tidak takut karena Tuhan menyertai kita dan tidak meninggalkan kita.
Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.Matius 8:26
Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, janganlah takut dan jangan gemetar karena mereka, sebab TUHAN, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai engkau; Ia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”Ulangan 31:6

Tidak ada komentar: